Nenek moyang

Menurut sejarah, 2000 th Sebelum Masehi. Terjadi perpindahan secara besar-besaran dilakukan oleh bangsa-bangsa Austronesia dari Birma, Muangthai dan Malaka.

Namun ada sumber yang mengatakan bahwa nenek moyang kita berasal dari provinsi Yunan, Daratan Cina Selatan 1500 SM. mereka datang mengunakan perahu bercadik (perahu Layar). Keberanian nenek moyang kita diabadikan dalam sebuah lagu anak-anak tempo doeloe, . . .

Nenek moyangku seorang pelaut
Gemar mengayuh luas samudra
Menerjang ombak, tiada takut
Menempuh badai sudah biasa.

Angin bertiup layar terkembang
Ombak berdebur, ditepi pantai
Pemuda brani, bangkit sekarang
Ke laut kita beramai-ramai.

Awalnya nenek moyang kita menganut Animisme (memuja roh nenek moyang/ roh halus) dan Dinamisme (mempercayai kekuatan gaib benda-benda).

Kebudayaan nenek moyang kita telah maju waktu itu, mereka telah mengenal cara bercocok tanam, beternak dan berdagang.

Abad 8 sebelum Masehi perkembangan pengaruh Hindhu di Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan dan sebagainya. Yang dibawa oleh para pedagang dari Gujarat, India. Mempengaruhi tatanan kehidupan dan kepercayaan, hingga tumbuhlah kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu- Buddha.

Sebelumnya, para pemimpin biasanya dipilih karena kebijaksanaannya, ilmunya, ataupun kesaktiannya. Bukan dari garis keturunan.
Namun pengaruh Hindhu-Budha yang dibawa para pedagang, menumbuhkan berdirinya Kerajaan-kerajaan. Sehingga para pimpinan suku/ masyarakat menjadi raja dan dari keturunannya.

Kerajaan-kerajaan itu antara lain ;

Kerajaan Kutai

Kerajaan Kutai berdiri diabad IV masehi / 400 m, kerajaan tertua di Indonesia. terletak di Pulau Kalimantan di tepi sungai Mahakam, kabupaten Muarakaman, Kalimantan Timur.

Dibuktikan dengan diketemukannya 7 Prasasti / yupa yang berbentuk tugu batu bertuliskan huruf Pallawa dan mengunakan bahasa Sansekerta. Fungsi dari yupa sebagai tiang untuk menambatkan hewan yang akan di korbankan. Kutai kemudian dikenal sebagai “ Negri Tujuh Yupa”.

Dari yupa ini diketahui bahwa kerajaan Kutai pernah diperintah oleh 3 orang raja ;
  1. Kundungga
  2. Aswawarman (putra Kundungga) digambarkan sebagai dewa matahari. Ia memiliki 3 anak, dari  ketiganya  
  3. Mulawarman adalah raja yang baik, kuat dan kuasa. Mulawarman (putra Aswawarman) selain sebagai raja terakhir juga merupakan raja terbesar.
Mulawarman, raja mulia dan terkemuka telah memberi sedekah 20.000 ekor sapi kepada Brahmana di tempat tanah yang sangat suci “ Waprakecvara”. Prasasti-prasasti tersebut menggambarkan keadaan sosial, ekonomi dan pemerintahan di Kutai



Raja Mulawarman disebutkan sebagai raja terbesar karena mampu mengalahkan raja-raja di sekitarnya. Pemerintahannya dikatakan maju, dekat dengan kaum Brahmana dan rakyatnya.

Mengenai kasta-kasta terpengaruh India. Keluarga Kundungga pernah mengadakan upacara Vratyastoma, yaitu; upacara pensucian diri untuk masuk pada kasta ksatria. Memuja Dewa Syiwa.

Banyaknya lembu yang disedekahkan, menunjukkan kemajuan dalam peternakan, begitu juga dalam bidang pertanian, karena Kutai terletak di tepi sungai.

Kerajaan Tarumanegara

Terletak di Jawa Barat, diantara tiga daerah ; Krawang-Jakarta-Bogor. Peninggalannya berupa 7 Prasasti berhuruf Pallawa berbahasa Sansekerta yang ditulis + abad V Masehi ;

1. prasasti Ciaruterum, dekat kota Bogor terdapat gambar bekas tapak 2 kaki.
2. prasasti Kebon kopi, terdapat bekas gambar tapak kaki gajah sang raja.
3. prasasti Jambu
4. prasasti Tugu di desa Tugu, Cilincing Jak-utara
5. Prasasti Lebak disebut juga prasasti Cidanghiang. Terletak di kampung Lebak Provinsi Banten.
6. prasasti Pasir Awi
7. prasasti Muara Cianten Bogor, Jawa Barat.

Keterangan mengenai kerajaan Tarumanegara diperoleh juga dari musafir Cina Fa-Hien yang datang ke Jawa th 414 M, ia menyebut kerajaan To-lo-mo (maksudnya Taruma).

Rajanya yang terkenal adalah Purnawarman, menganut agama Hindhu aliran Vaisnawa. Memerintah lebih dari 22 th. Dikenal sebagai raja yang dekat dengan kaum Brahmana dan memikirkan kepentingan rakyat.

Dari penemuan letak prasasti diperkirakan kemungkinan letak wilayahnya sampai di Banten Selatan. Sudah menjalin kerjasama dengan India dan Cina. Berdasarkan berita Fa-Hien, agama Buddha sudah mulai masuk. Perekonomiannya tertumpu pada sektor pertanian. Kemajuan perekonomian terlihat dari sedekah raja kepada para Brahmana berupa 1000 ekor lembu.



Kerajaan Kaling

Diperkirakan di Jawa Tengah. Kaling / Ho-ling berasal dari nama Kalingga, sebuah kerajaan di India Selatan. Berdasarkan berita dari Cina, Dinasti Tang (618-906).

Dari sumber tersebut pada th 647 M, kerajaan ini diperintah oleh Ratu Si-mo/ Sima. Yang memerintah dengan keras dan disiplin (baca kisah Ratu Sima dalam Legenda).


Kerajaan Kaling, kotanya dikelilingi oleh pagar kayu, istananya berupa rumah yang bertingkat yang ditutup atap. Tempat duduk sang raja ialah Peterana (singgasana) gading. Orang-orangnya sudah pandai baca-tulis dan hidup rakyatnya makmur.

Th 664 M, seorang pendeta Buddha dari Cina bernama Hwining datang ke Kaling. Menetap selama 3 th, menterjemahkan kitab Buddha Hinayana dari bahasa Sansekerta ke dalam bahasa Cina, dengan bantuan pendeta setempat bernama Janabrada.

Peninggalan sejarah berupa prasasti terdapat di desa Tukmas kaki gunung Merbabu. Prasasti tersebut bertuliskan th 650 M dengan huruf Pallawa berbahasa Sansekerta.



Kerajaan Kanjuruhan

Kerajaan Kanjuruhan tertulis dalam prasasti Dinaya, ditemukan di sebelah Barat Laut Malang, Jawa Timur. Tertulis dengan huruf Kawi berbahasa Sansekerta, angka tahunnya 682 Caka =760 M.

Isinya menceritakan pada abad ke 8 ada kerajaan yang berpusat di Kanjuruhan, rajanya bernama Dewa Simha dibawah lindungan api Putikecvara. Mempunyai putra yang bernama Liswa, setelah naik Tahta melalui upacara abhiseka Liswa bernama Gajayana. Liswa mempunyai putri yang bernama Utteyana, yang menikah dengan Janania.

Gajayana beragama Hindhu Syiwa. Selama masa pemerintahannya Gajayana mendirikan tempat pemujaan untuk Dewa Agastya. Bangunan itu bernama candi Badut. Disebutkan pula, semula arca yang dibuat dari kayu cendana, kemudian diganti dengan batu hitam. Peresmian dilakukan pada th 760 M.


Kerajaan Sriwijaya

Berdiri pada abad VII/ 7 M. berpusat di Palembang Sumatra Selatan (Muara sungai Musi). raja pertama Dapunta Hyang, bergelar Sri Jayanegara.

Mengalami zaman keemasan dibawah pimpinan Raja Balaputradewa, putra Samaratungga dari Jawa pada abad ke 9. wilayahnya meliputi hampir seluruh Sumatra, Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan Semenanjung Melayu, itulah sebabnya Sriwijaya disebut Kerajaan Nusantara pertama.

Dikenal sebagai kerajaan Maritim, karena mempunyai angkatan laut yang tangguh dan wilayah perairan yang luas.

Sebagai pusat pendidikan, penyebaran agama Budha, bukti catatan I-tsing dari Cina pada th 685 M, menyebut Sriwijaya dengan She-le-fo-she. Sumber-sumber yang menguatkan adanya Kerajaan Sriwijaya selain prasasti-prasasti yang ditemukan, berita dari Cina, tambo (dinasti T’ang), Dinasti Sung, dan Chau You Kwa (dalam bukunya Chu Fan Chi), India juga Arab. + th 1011-1023, datang pendeta dari Tibet bernama Atica untuk memperdalam agama Budha.

Bukti yang lain adalah Sakyakirti (pendeta setempat yang sangat terkenal) dan Dharmapala dari India, seorang guru agama Budha yang terkenal. Banyak pula pemuda Sriwijaya yang dikirim ke Perguruan Tinggi Nalanda (India) untuk belajar agama Budha.

Dan sebagai pusat perdagangan karena Palembang sebagai jalur perdagangan nasional dan internasional. Banyak kapal-kapal yang singgah sehingga menambah pemasukan pajak.


Peninggalan sejarah berupa Candi Muara Takus dan bangunan tempat suci Biara Bakal, prasasti yang ditulis dengan huruf Pallawa berbahasa Melayu Kuno, yaitu ;

  • Prasasti Kedukan Bukit (605 C =683 M), isinya Kerajaan Sriwijaya yang berkembang pada abad 7 M, diawal perkembangannya rajanya bernama Dapunta Hyang mengadakan perjalalanan suci untuk memperluas wilayahnya.
  • Prasasti Talang Tuo (684 M),
  • Prasasti Telaga Batu / ketiga prasasti tersebut ditemukan di dekat Palembang,
  • Kota Kapur di Pulau Bangka (686 M),
  • Karang Berahi di Jambi (684 M).

Pada abad ke XI/ 11, kejayaan Sriwijaya mengalami kemunduran. Penyebabnya adalah ;
  1. Sejak abad X M telah terjadi persaingan ekonomi antara Kerajaan Sriwijaya dengan Kerajaan Medang Kamulan di Jawa Timur.
  2. Serangan kerajaan Colamandala dari India Selatan th 1025 & 1068. pada serangan ini Raja Sriwijaya bernama Sri Sangramawijaya Tunggawarman tertawan.
  3. Serangan tentara Kerajaan Singosari th 1275 dalam ekspedisi Pamalayu.
  4. Kerajaan Kediri di Jawa Timur memperluas wilayahnya ke Sriwijaya.
  5. Pada abad ke XIV/ 14, berdiri Kerajaan Majapahit yang membuat kejayaan Sriwijaya semakin pudar.
  6. Kerajaan Sriwijaya akhirnya runtuh akibat serangan kerajaan Majapahit pada th 1377 M.

Kerajaan Mataram Hindu 
Kerajaan Mataram Hindhu/ Mataram Lama ditemukan dalam Prasasti Canggal yang ditandai dengan Candrasengkala Cruti Indria Rasa = 654 C = 732 M. prasasti ini ditemukan di desa Canggal, daerah Kedu dekat Desa Sleman-Yogyakarta.

Berbahasa Sansekerta, huruf Pallawa. Isinya menerangkan asal-usul Sanjaya dan pembangunan lingga (yang dimaksudkan sebagai ungkapan terima kasih kepada Dewa Syiwa) di bukit Stingga.

Diperkirakan letaknya sekitar daerah Kedu sampai sekitar Prambanan, berdasarkan letak prasasti yang ditemukan. Dalam Prasasti Kedu th 907 M dibuat raja Balitung

Prasasti Wanua Tengah III ditemukan bulan November 1983 di Desa Dukuh Dunglo, Desa Gandulan Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung,



Jawa Tengah. Tertulis dalam lempengan tembaga I, II, berhuruf Jawa Kuno bahasa Sansekerta dibuat oleh Raja Balitung th 830 C = 908 M.

Berisi perubahan status tanah Sima Wihara di Pikatan ditetapkan menjadi Pelungguh raja atas perintah Raja Balitung. Selain itu juga ditulis urutan raja Mataram Hindhu lengkap dengan th pemerintahannya.
No
Nama
Naik tahta
1
Rakai Mataram Sanjaya
-
2
Rakai Panangkaran
668 C
 (7-10-746M)
3
Rake Panaraban
706 C
(1-4-784M)          
4
Rake Warak Dyah Manara
725 C
(28-3-803 M)
5
Dyah Gula
749 C
(5-8-827 M)
6
Rake Garung
750 C
(24-1-828 M)
7
Rake Pikatan Dyah Saladu
768 C
(22-2-847 M)
8
Rake Kayuwangi Dyah Lokapala
777 C
(27-5-855 M)
9
Dyas Tagwas
806 C
(5-2-885 M)
10
Rake Panumbangan Dyah Dewendra
807 C
(27-9-885 M)
11
Rake Gurunwangi Dyah Badra
808 C
(27-1-887 M)
12
Rake Wungkal Humalang Dyah Jbang
816 C
(27-11-894 M)
13
Sri Maharaja Rake Watukura Dyah Balitung
820 C
(23-5-898 M)


Selain Dinasti Sanjaya, di Mataram terdapat Dinasti Syailendra, dengan urutan raja sebagai berikut ;
  1. Bhanu
  2.  Visnu, prasasti Ligor
  3. Indra
  4. Smaratungga
  5. Pramodyawardani/ Cri Kahulunan yang menikah dengan Pikatan dari Dinasti Sanjaya.
  6. Balaputra
Raja-raja Dinasti Syailendra memerintah bersama-sama karena terjadi perkawinan antara Pramodyawardani dan Pikatan. Pemerintahan kedua Dinasti yang berbeda Agama dapat berjalan dengan rukun.

Namun Balaputradewa perang melawan Pikatan. Balaputradewa kalah, kemudian lari ke Swarnadwipa dan berhasil menjadi raja di Sriwijaya.

Sesudah raja Balitung memerintah masih ada beberapa nama lagi seperti ; Daksa (910-119), Tulodong (919-921) dan Wawa (921-927). Sesudah Wawa wafat digantikan menantunya Mpu Sindok, yang kemudian memindahkan kerajaannya ke Jawa Timur dan mendirikan Dinasti Isyana th 928 M.




Medang Kamolan

Setelah Wawa wafat, tahta digantikan menantunya bernama Mpu Sindok, yang kemudian memindahkan Kerajaan Mataram Hindu ke Jawa Timur dan memberi nama Kerajaan Medang Kamolan.

Alasan pemindahan itu untuk menghindari serangan dari Kerajaan Sriwijaya, akibat ketidak harmonisan hubungan keduanya. Selain itu di Jawa Timur ada Sungai Brantas yang bisa menunjang sarana transportasi.

Mpu Sindok wafat th 949 M dan digantikan Darmawangsa. Namun pada masa pemerintahannya terjadi pemberontakan dari kerajaan Wora Wari, yang mengakibatkan tewasnya Darmawangsa th 1016 M, dikenal sebagai peristiwa Pralaya.

Sebagai gantinya Airlangga naik tahta. Pada masa pemerintahannya Kerajaan Medang Kamolan mencapai kejayaan. Sebelum Ailangga wafat, Medang dibagi dua kerajaan untuk kedua putranya. Yaitu ;
  • Kerajaan Jenggala berpusat di Kahuripan
  • Kerajaan Panjalu berpusat di Kediri/ Daha.
Peninggalan Kerajaan Medang antara lain ;
  1. Kitab Cawang Arang yang berisikan perlawanan Ratu Indriah pada Airlangga.
  2. Kitab Arjuna Wiwaha karangan Mpu Kanwa
  3. Prasasti Calcuta (1042 M) berisi tentang silsilah Airlangga.
  4. Prasasti Talon
  5. Prasasti Sumengko.

               
                                               Mpu Sindok            

   Isyanatunggawijaya                   Lokapala


                  Makutawangsawardana
      
            
      
                 Gunapriyadharmapadni            Udayana


                                                   
                                                  Airlangga




Selain silsilah Raja Airlangga, isi Prasasti Calcuta ;
  • Peristiwa penyerangan raja Wora-Wari.
  • Pelarian Airlangga ke hutan Wonogiri.
  • Pendirian pertapaan di Pucangan. Perang Airlangga melawan raja Wengker 


Kerajaan Kediri
Bermula dari pembagian kerajaan Medang Kamolan oleh Raja Airlangga, yaitu ; Jenggala dan Panjalu. Tujuannya untuk menghindari perebutan kekuasaan diantara kedua putra Airlangga, sang raja berharap kerukunan keduanya.

Namun, ternyata Jenggala dan Panjalu tidak bisa hidup berdampingan bahkan terjadi perebutan kekuasaan yang dimenangkan oleh Kerajaan Panjalu yang berpusat di Kediri.

Raja-raja Kediri …
  1. Bamec Wara
  2. Jaya Baya 
  3. Sarvec Vara 
  4. Ary Yacvara 
  5. Kamac Vara 
  6. Kerta Jaya 

Bamec Wara/ Bameswara memerintah th 1115-1130, dikenal sebagai Raden Panji Asmarabangun dan permaisurinya Sri Kiranavatu atau Dewi Candra Kirana. Ia menetapkan lambang Negara berupa Candrakapala (tengkorak bertaring). Kisah perjalanan hidup tersebut ditulis oleh Mpu Darmaja dalam kitab Smaradahana.

Kerajaan Kediri mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Jaya Baya (raja yang dikenal dengan ramalan Jaya Baya). Sastra berkembang a.l;

õ Kitab Barata Yuda karya Mpu Sedah dan Mpu Panuluh.

õ Kitab Hari Wangsa karya Mpu Panuluh

õ Kitab Gatot Kaca Sraya karya Mpu Panuluh



Peninggalan sejarah Kediri selain kitab-kitab diatas, ada kitab Sumanasantika dan beberapa Prasasti, antara lain ; Prasasti Pandeglang, Prasasti Penumbangan, Prasasti Hantang, Prasasti Talan, Prasasti Jepun, Prasasti Kahyunan, Prasasti Weleri, Prasasti Angin, Prasasti Samandhing.

Pada saat Kerta Jaya berkuasa, terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh Ken Arok th 1222 M, yang mendirikan Kerajaan Singosari dan menjadikan Kediri sebagai salah satu kekuasaannya.

Kerajaan Kediri sempat mengambil alih kekuasaan dari Singosari pada masa pemerintahan Jaya Katwang. Namun tidak berlangsung lama karena Kerajaan Kediri diserang oleh Kerajaan Cina dibantu Raden Wijaya (Majapahit).



Kerajaan Singosari

Sumber sejarah tentang Singosari terdapat dalam kitab Pararaton dan Negarakertagama.

Pararaton, disebut juga Katuturanira Ken Arok, isinya menceritakan riwayat Ken Arok dari lakhir sampai menjadi raja dan urutan raja-raja Singosari. Kitab itu tidak ada nama penulisnya.

Kitab Negarakertagama ditulis oleh Mpu Prapanca, seorang pujangga kraton Majapahit th 1365, isinya tentang pandangan falsafat hidup, keindahan kraton Majapahit, perjalanan suci Hayam Wuruk ke tempat percandian leluhurnya antara lain ke Singosari. Kitab ini juga memuat riwayat Ken Arok.


Kerajaan Singosari terletak di Tumapel, Malang Jawa Timur. Didirikan oleh Ken Arok (lihat Legenda Ken Arok) th 1222 M setelah mengalahkan kerajaan Kediri, Ken Arok dinobatkan Brahmana sebagai penjelmaan Dewa Wisnu. Ini menunjukkan Singosari Kerajaan Hindhu.

Ken Arok bergelar Sri Rajasa Sang Amurwahbumi memerintah sampai th 1227 M. kemudian Anusapati (1227-1248 M), Tohjoyo (1248 M), Ranggawuni setelah melakukan pemberontakan bersama Mahisa Campaka memerintah + selama 20 th (1248-1268 M) lalu putra Ranggawuni Kertanegara (1268-1292 M).

Mencapai puncak kejayaan dibawah pimpinan Kertanegara. Dalam perluasan wilayah dikenal dengan Ekspedisi Pamalayu 1275 M. Wilayahnya mencapai Pahang, Melayu, Kalimantan Barat, Maluku dan Bali.

Kertanegara mengadakan kerjasama dengan kerajaan Campa di Indocina untuk menghadapi serangan dari Raja Kubilai Khan dari Cina.



Kertanegara mengadakan kerjasama dengan kerajaan Campa di Indocina untuk menghadapi serangan dari Raja Kubilai Khan dari Cina.

Cina sendiri telah tiga kali mengirimkan utusan ke Singosari, agar tunduk dan mengakui kekuasaan Cina. Namun di tolak oleh Kertanegara.

Th 1289 M datang lagi utusan Cina yang dipimpin oleh Meng-Ki. Saat itu, Kertanegara sudah siap menghadapi Cina. Meng-Ki di sakiti dan disuruh pulang ke negrinya. Kejadian ini membuat Ku Bilai Khan marah dan bersiap untuk menyerang …

Cita-cita Kertanegara menyatukan seluruh kerajaan-kerajaan di Nusantara dibawah payung kekuasaan Kerajaan Singosari. Cita-cita ini dikenal sebagai Wawasan Nusantara I.

Politik perluasan wilayah yang dicanangkan Kertanegara, membuat banyak pasukan dikirim ke luar daerah.

Saat pasukan penjaga istana berkurang, Singasari diserang oleh raja Jayakatwang dari Kediri dalam peristiwa itu Kertanegara tewas, dan di candikan di dua tempat, Candi Jawi dan Candi Singosari.

Kertanegara sebagai raja terakhir dan terbesar di Singosari, diabadikan di beberapa tempat. Arca Kertanegara terkenal, dinamakan Joko Dolog di Surabaya. Wafatnya Kertanegara mengakhiri riwayat Kerajaan Singosari.



Sejarah Nenek Moyang dan Kerajaan-Kerajaan di Indonesia

Posted by : HIMAPPTA
May 05, 2016
0 Comments
 
Habis gelap terbitlah terang. 

Bangkitlah, wanita Indonesia.
Dengan segenap jiwa, raga,
Harumkan nama bangsa.
Dengan senyumanmu, tawamu,
Bangkitkan negeri dengan haru.

Selamat Hari Kartini

Posted by : HIMAPPTA
April 21, 2016
1 Comment
Berikut merupakan lanjutan Cerbung "Dibalik Dunia Remaja" karya Syaalma D.Q

Belum baca episode 1? Baca episode 1 Disini.


 Episode 5

“Lalu.. Apakah karena orang yang ia suka?” tanyaku mengira-ngira.
Kali ini dia kembali mengangguk, “Orang yang dia sukai adalah kakak kelas, dan sangat mirip seperti orang yang tadi kau temui. Elika sangat menyukainya, tapi karena ia adalah orang yang pemalu, ia hanya bisa bercerita padaku dan memperhatikannya dari jauh. Ternyata orang yang dia sukai menyukaiku, Elika tidak marah, ia menganggap itu hal yang wajar. Namun aku berjanji padanya bahwa aku tak akan pernah menyukainya, dan tak akan mengkhianati sahabatku. Anehnya, orang itu selalu saja berusaha mendekatiku dan membuatku mulai merasa nyaman padanya walau hanya sebatas teman, sampai pada suatu waktu dia menyatakan perasaannya padaku. Saat itu Elika melihatku dan mengira aku menerimanya, itu tidak mungkin. Elika bilang ia percaya padaku walau saat itu ia mulai menjaga jarak dariku, namun orang itu malah berkata sebaliknya dan membuat hubungan kami merenggang. Semenjak itu Elika mulai menerima semua ucapan membanding-bandingkan bahkan ucapan yang bukan fakta. Ia menjauhiku dan …..” jelasnya dengan suara yang makin menghilang, lalu sebulir air dari matanya jatuh dan membasahi pipinya.
“Boleh aku tahu siapa nama orang itu?” tanyaku pelan
“Aku melupakannya, aku tak mau lagi mengenal orang itu.. aku hanya ingat memanggilnya kakak.” Jawabnya pelan.
“Chi, aku yakin suatu saat kau akan bertemu dengan Elika. Kuharap kalian dapat kembali berbaikan, bila Elika benar-benar sahabatmu maka saat ini ia akan menyesal dan ingin mendengarkan apa yang akan kau katakan.” Ucapku lalu mengelus pelan punggungnya.
“Semoga..”
***
Mendengar cerita Chiara kemarin, aku semakin berharap untuk tidak menyukai Favian. Namun semakin kutekan perasaan ini, ia semakin memberontak dan memaksaku untuk jujur.
“Avila-chan?”
“Hei, kenapa kau memanggilku aneh seperti itu?!” ucapku kaget melihat tingkah Favian yang mulai ramah dari kemarin.
“Aku hanya mencoba memanggilmu seperti di Jepang. Dan ternyata responmu buruk. Dasar perempuan jutek.” Ucapnya lalu kembali menekuni buku di tangannya. Entah kenapa tersungging seulas senyum tipis di wajahku, sepertinya lebih baik melihatnya yang seperti ini.
“Hei, sejujurnya aku masih penasaran dengan kakakmu. Ayolah, beri tahu aku.. sepertinya kakakmu orang yang menyenangkan!” ucapku lalu mencoba menatap matanya.
“Tentu saja, kakakku adalah seseorang yang sangat baik dan menyenangkan. Ia..” ucapannya kembali terhenti seperti saat itu.
“Ayolah lanjutkan! Atau mungkin kau sudah bercerita pada Chiara?” tanyaku spontan.
“Aku belum pernah bercerita pada siapapun. Dan takkan pernah!” jawabnya lalu beranjak meninggalkanku.
“Avila!” sebuah suaradari belakang mejaku terdengar nyaring dan ramah.
“Sepertinya kau sangat dekat dengan teman sebangkumu.” Ucapnya lalu tersenyum simpul.
“Tidak mungkin. Ada apa tiba-tiba kau memanggilku?” tanyaku
“Tidak, hanya saja aku ingin mencoba lebih dekat denganmu.” Jawabnya dengan suara dilembut-lembutkan. Aku rasa Firda mulai terlihat aneh.
“Emm, bolehkah aku bertanya sesuatu?” tanyaku pelan
“Tentu saja.” Jawabnya masih dengan senyum riangnya
“Pertanyaanku yang waktu itu belum kau jawab. Mengenai kehidupanmu..” ucapku pelan masih tetap memperhatikan raut wajahnya.
“Maaf, tapi aku belum dapat menceritakannya.” Jawabnya dengan nada menyesal. Namun reaksinya berbeda dengan saat itu, kini ia terlihat biasa saja tanpa raut terkejut. “Kalau begitu, nanti kita mengobrol lagi ya!” ucapnya lalu berjalan menjauhiku.
***
Sepertinya hari ini guru-guru merasa sangat bersemangat, hingga tak satu pun terlihat absen dan tak mengajar di kelas kami. Huft.. melelahkan!
“Hai! Avi.. emm.. Avila! Ya, hai Avila!” seseorang yang berada di ujung pandangku terlihat melambaikan tangannya. Segera kusipitkan mataku mencoba untuk lebih fokus.
“Kak Alana?” tanpa sadar, ternyata orang yang kumaksud sudah berjalan mendekatiku.
“Hai, rupanya kita bertemu lagi.. kebetulan sekali!” ucapnya lalu tersenyum ramah
“Emm, ya! Kebetulan!” suaraku terdengar gugup.
“Avila!” lagi-lagi sebuah suara memanggilku dari kejauhan. Segera kutoleh ke belakang dan kudapati Chiara berlari kecil mendekatiku.
“Kau ini.. kucari kekelasmu katanya kau sudah pulang. Ternyata sedang asyik mengobrol dengan…” ucapannya terputus melihat seseorang yang tersenyum di balik punggungku.
“Hai! Temannya Avila?” tanya kak Alana ramah.
“Emm. Namaku Chiara.” Jawab Chiara sambil mengangguk.
“Oya Chi, bukankah kau mau masuk klub majalah sekolah? Aku sudah bilang dengan kak Diah. Ayo! Maaf ya kak, kami duluan!” ucapku segera menarik tangan Chiara menuju ruang klub. Entah mengapa aku merasa ada yang aneh saat kak Alana menatap Chiara.
“Chi-chan!” lagi-lagi sebuah suara, tapi yang dipanggil adalah Chiara bukan aku.
“Favian-kun! Apa yang sedang kau lakukan? Belum pulang?” tanya Chiara cepat setelah mengetahui siapa yang memanggilnya.
“Baru saja berniat pulang. Dan kau bersama si judes itu?” tanyanya sekilas melirikku lalu kembali tersenyum ramah pada Chiara.
“Ingin ke ruang klub majalah sekolah.” Jawab Chira tersenyum manis.
“Sepertinya kita akan terlambat kalau tidak segera. Ayo Chiara!” ucapku lalu berjalan mendahului Chiara tanpa menyapa makhluk menyebalkan itu.
“Sepertinya kau sangat terburu-buru. Lihatlah, bahkan kak Diah baru saja lewat di depan kita.” Ucap Chiara saat kami sudah hampir sampai.
“Kau tahu, kak Diah adalah senior yang cukup disiplin. Jadi kita tidak boleh terlambat.” Jawabku seraya menarik tangannya.
“Avila! Tumben sekali kau terlambat. Dan.. apakah itu orang yang kau maksud?” Sambut kak Diah begitu aku membuka pintu. Belum sempat kujawab, kak Diah langsung melanjutkan, “Sepertinya hari ini kita kedatangan 2 anggota baru.” Ucap kak Diah gembira.
Aku dan Chiara yang sama-sama kaget saling berpandangan heran. “Boleh ku..” belum sempat kuhabiskan perkataan, kak Diah langsung memotong dan menyuruhku duduk.
“Baiklah, Chiara silahkan perkenalkan dirimu.” Ucap kak Diah mempersilahkan.
Perkenalannya diiringi dengan senyum manis kepada seluruh anggota klub, namun ekspresinya berubah saat menatap kearahku. Ada apa dengannya?
“Ada apa Chi?” tanyaku saat Chiara sudah duduk di sampingku.
“Orang yang duduk di belakangmu..” jawabnya lalu menunduk. Saat kutoleh ke belakang, orang yang Chiara maksud sudah berjalan ke depan. Anak baru?
“Namaku Elika Gayatri, berarti kekauatan yang disucikan tuhan. Mungkin kalian tidak pernah melihatku, ya.. aku memang baru pindah ke sini. Tepatnya pindahan dari Bandung. Dari dulu karena perkerjaan ayahku, kami jadi sering berpindah-pindah.” Anak itu terdengar riang dan menyenangkan. Dengan bantuan wajahnya yang cantik, ia akan mudah bergaul disini.
“Ada apa dengan anak itu? Jangan-jangan itu.. Elika temanmu?” ucapku kaget tak percaya dengan apa yang kulihat. Chiara hanya mengangguk. “Tapi, bukankah kau bilang dia anak yang pendiam dan pemalu? Ini sangat berbeda dengan yang kau gambarkan!” ucapku masih tak percaya.
“Entahlah, aku pun tak percaya dengan apa yang kulihat.” Jawabnya pelan.
“Apakah wajah dan namanya sangat persis?” tanyaku lagi.
“Semuanya sama, hanya kepribadiannya yang berbeda dengan yang kukenal.” Jawabnya setelah kembali menatap sekilas ke arah orang yang kami bicarakan.
***
Petemuan kemarin tidak berlangsung lama, hanya perkenalan dan pembahasan agenda ke depan. Elika yang kami lihat kemarin sangat berbeda dengan apa yang Chiara kenal. Dan sepertinya ia terlihat seperti tidak mengenal Chiara, ia hanya tersenyum dan berbicara sewajarnya. Hingga kini, Chiara terlihat berbeda dari biasanya, walau sudah berusaha ia terlihat seperti saat pertama kali aku mengenalnya.
“Sepertinya temanmu sedang ada masalah.” Tiba-tiba saja Favian menatapku lekat.
“Apa urusannya denganmu?” tanyaku ketus.
“Berhentilah bersikap jutek. Kau tahu, 87% wanita disukai karena kelembutannya.” Jawab Favian lalu mengeluarkan buku dari tasnya.
“Aku tidak mau tahu.” Jawabku tanpa melihatnya.
“Ya Tuhan, ternyata di dunia ini masih ada saja spesies perempuan keras kepala sepertimu.” Ucapnya lalu mulai membuka buku di tangannya.
“Dasar menyebalkan!” ucapku lalu beranjak dari tempat dudukku. Namun, aku merasa ada sesuatu yang menarik tanganku.
“Entah apa alasannya, sepertinya kau mulai menghindar dariku.” Ucapnya sambil menahan tanganku. Apakah sejelas itu sikapku sekarang?
“Aku tidak pernah menghindarimu. Lagipula kau yang selalu menjauh setiap kali aku bertanya tentang kehidupanmu!” jawabku tanpa menoleh ke arahnya. Namun pegangan tangannya sudah melepas. Ya Tuhan Avila.. apa yang kau katakan?! Rasanya mulut ini tidak mau diajak berkompromi.
“Ya kau benar. Maaf.” Ekspresinya berubah, ia lalu kembali berkutat pada buku di mejanya.
“Sebenarnya ada apa denganmu? Apa yang sebenarnya kau sembunyikan?” tanyaku menatap lekat ke arahnya.
“Jangan terlalu dekat denganku.” Jawabnya datar. Orang ini! Ada apa sih sebenarnya?!
***
Menyebalkan menyebalkan menyebalkan!!! Orang itu benar-benar aneh dan sulit dimengerti. Mengapa dia selalu bersikap sok misterius begitu? Apakah janganjangan dia adalah alien yang hidup beratus-ratus tahun yang lalu dan tidak mau rahasianya diketahui orang lain? Tidak mungkin kan! Tanpa sadar kugelengkan kepalaku kuat-kuat.
“Hei, apa yang terjadi? Apakah kau sakit?” sebuah suara di depanku sontak menghentikan laju kakiku.
“Kak.. Alana? Emm tidak, aku hanya mencari sesuatu yang terjatuh.” Jawabku gugup begitu menyadari siapa orang yang menyapaku.
“Lalu kenapa kau menggelengkan kepala?” tanyanya lagi dengan senyumnya yang manis.
“Emm, aku hanya.. pusing! Ya, aku sedang pusing.” Kuyakin mimik wajahku sekarang terlihat konyol dan memalukan.
“Kau memang orang yang menarik.” Ujarnya tiba-tiba membuat wajahku memanas.
“Apa?”
“Kau orang yang menarik. Sudah dulu ya, ada yang harus kulakukan. Sampai jumpa!” ucapnya lalu berjalan meninggalkanku.
Ada apa dengan semua laki-laki yang kutemui hari ini? Mereka semua aneh dan terasa cukup mengerikan.
Bingung menentukan tujuan, satu-satunya ilham yang kudapatkan adalah ke perpustakaan. Sepertinya lebih cocok dibilang kebiasaan daripada ilham. Kulihat ada seorang relawan perpustakaan baru yang tak kukenal. Tunggu, bukankah itu..
“Kau.. emm Avila.. ya, Avila bukan?” orang yang berdiri di depanku ini sontak tersenyum dan terlihat girang.
“Dan kau.. Elika Gayatri?” bukannya menjawab, spontan aku balik bertanya.
“Ya, salam kenal. Di pertemuan mading kita belum sempat mengobrol banyak bukan?” jawabnya sambil tersenyum ramah. Semakin aku melihatnya, aku tidak percaya bahwa ini adalah Elika yang Chiara kenal.
“Ada banyak yang ingin kutanyakan denganmu, mau mengobrol?”
“Tapi aku sedang tugas..”
“Disini saja tidak apa, bagaimana?”
“Sepertinya kau sangat penasaran terhadapku. Baiklah, apa yang ingin kau tanyakan?”
“Apakah kau mengenal—“ belum sempat kuhabiskan kalimatku, ada sebuah suara yang memanggilku.
“Avila! ternyata kau disini.. kau tahu, ini bukan waktunya istirahat. Ayo cepat, kau dipanggil pak Rama!” Ucap Favian sambil menarik tanganku keluar ruangan.
“Iya iya, aku bisa sendiri!” jawabku sambil melepaskan tangannya pada pergelangan tanganku.
“Kau..” tiba-tiba Elika mendekati kami dan menatap lekat Favian.
“Apakah kau mengenalku?” tanya Favian bingung.
“Maaf, aku salah orang.” jawabnya pelan. masih terlihat sedikit raut wajah terkejut darinya.
“Elika maaf, aku harus cepat. Nanti kita mengobrol lagi ya!” ucapku lalu bergegas meninggalkannya yang hanya tersenyum dan melambai.
Ada yang aneh dengan Elika tadi, saat bertemu Favian tiba-tiba saja ekspresinya berubah. Ia terlihat kaget dan tak percaya. Apakah ia mengenal Favian?
“Hei, sepertinya dia mengenalmu.” ucapku setelah sedikit jauh dari perpustakaan.
“Tapi aku tidak mengenalnya.” jawabnya ketus.
“Benarkah? tapi dia sepertinya benar-benar mengenalmu. Cobalah ingat-ingat mungkin kau pernah bertemu dengannya di jalan atau di tempat tinggalmu dulu. Elika bilang, keluarganya sering berpindah-pindah.” sesaat Favian terlihat kaget saat aku menyebutkan tempat tinggal.
“Ya, akan kuingat-ingat.” jawabnya masih ketus sambil berlalu mendahuluiku.
***
“Wah, Avila sekarang sudah mulai berani ya!” tiba-tiba Firda sudah berdiri di sebelahku dengan senyum meggoda.
“Apa maksudmu?” tanyaku bingung
“Bukankah tadi kau dan Favian berpegangan tangan?” ucapnya masih dengan senyum menggoda. Ya, tadi dia menarikku untuk bergegas, bukan memegang tanganku dengan sengaja!
“Kau salah paham.” jawabku singkat lalu mencoba menuju bangkuku. Kulihat tiba-tiba Firda menundukkan kepala dan ekspresi wajahnya berubah.
“Apakah aku berbicara aneh?” tanyanya pelan, kini aku seperti melihat Firda untuk pertama kalinya.
“Mungkin, ada apa denganmu? apakah kau tidak mengingat apa yang kau ucapkan tadi?” tanyaku makin bingung.
“Sebenarnya—“ belum selesai kalimatnya, Mala sudah buru-buru menarik Firda menjauhiku.
“Nanti kita mengobrol lagi!” ucap Firda pelan sambil berjalan mengikuti Mala.
Belum sempat duduk di bangkuku, sudah ada sebuah suara lagi yang memanggilku, “Avila, dicariin Chiara!” panggil Chika sabmil lalu.
“Ada apa Chi?” tanyaku setelah mendekati Chiara
“Tidak, aku hanya ingin mengembalikan novel yang kemarin kupinjam.” jawabnya sambil menyerahkan sebuah buku kepadaku.
“Kenapa tidak nanti saja, bukankah bisa sepulang sekolah? Ayo masuk dulu!” ajakku tersenyum ramah.
“Tidak usah aku buru-buru. Emm, nanti kau pulang duluan saja, ada hal yang harus kukerjakan.” ucapnya terlihat memaksakan senyum.
“Aku bisa menunggumu.”
“Tidak perlu, emm.. mungkin aku akan pulang sore. Kau duluan saja nanti. Sudah ya!” jawabnya cepat lalu berlari meninggalkan kelasku.Ada apa sih sebenarnya? Kenapa semua orang hari ini terlihat begitu aneh dan sedikit mengerikan.
***


Baca cerita lainnya atau baca kelanjutan cerita ini, klik disini.

Cerbung "Dibalik Dunia Remaja" Episode 5

Posted by : HIMAPPTA
April 20, 2016
1 Comment
Tanggal 28 April 2016 kita akan melakukan sosialisasi di SMAN 1 TALANGPADANG
Yang juga pada saat itu , Insyaalllah KPU akan ikut serta. Juga akan ada klub otaku yang ikut melengkapi.
Bagi yang berminat, info lebih lanjut menyusul oleh Ketum.
Biasakan aktif belajar peduli berbagi informasi (kalau bukan kamu, mungkin yang lain)

trims
Pengurus HIMAPPTA
(Disunting dan dirapikan oleh pengurus blog)

Sosialisasi ke SMA Negeri 1 Talangpadang

Posted by : HIMAPPTA
April 19, 2016
2 Comments

- Copyright © 2013 HIMAPPTA - Shiroi - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -


Published By Btemplateseo